Postingan

Kisah Yahudi Masuk Syuruga karena memuliakan hari Asyura

Malam 10 Muharram atau malam hari Asyura. Ada kisah yang bisa menjadi bahan renungan, yakni kisah seorang Yahudi masuk surga karena memuliakan hari Asyura. Kisah inspiratif ini termaktub dalam literatur klasik Islam kitab fiqh I'annatuth Thalibin, karya Abu Bakri Syatha Ad-Dimyathi (wafat tahun1892 M). Syaikh Ad-Dimyathi menukilnya dari kitab berjudul Ar-Raudh Al-Faiq karangan Syaikh Syu'aib Al-Huraifisy (1407 M). Alkisah, ada seorang fakir miskin puasa di hari Asyura bersama keluarganya. Namun ia bingung karena tidak punya apapun untuk berbuka puasa. Fakir miskin itu lalu keluar rumah untuk mendapatkan sesuatu yang bisa digunakan untuk berbuka puasa maka ternyata dia tidak mendapatkan sesuatu pun, Lalu dia mampir di pasar. Di pasar tersebut, ia melihat seorang pemilik toko membentangkan tikar dan menumpukkan emas dan perak di atas tikar tersebut. Sang fakir miskin itu lalu menghampiri pemilik toko itu. Ia memohon pinjaman uang. "Wahai tuanku, aku adalah orang fakir. Semog...

Kisah Hikmah Keberkahan Membaca Bismillah

Kisah Hikmah Keberkahan Membaca Bismillah DIKISAHKAN ada seorang Yahudi yang mencintai seorang wanita sampai tergila-gila. Akibatnya, ia merasa makan dan minum tak enak serta tidur tak nyenyak. Akhirnya, ia menemui Atha’ al-Akbar untuk menanyakan jalan keluar atas kesulitan yang dihadapinya  saat itu. Atha’ lantas menuliskan kalimat basmalah (Bismillahir-rahmanir-rahim) di selembar kertas, lalu berkata kepadanya. “Bacalah ini, mudah-mudahan Allah SWT melalaikanmu dari mengingat wanita itu serta mengaruniakan wanita itu kepadamu.” Setelah tulisan basmallah itu dibacanya, ia berkata, “Wahai Atha’, aku telah merasakan manisnya iman dan telah ia telah bersinar cahaya di dalam kalbuku hingga sekarang aku telah melupakan wanita itu. Ajarkan olehmu akan Islam kepadaku.” Maka, Atha’ mengajarkan tentang Islam kepadanya. Sebab, keberkahan basmalah, ia pun masuk Islam. Keislaman orang Yahudi itu terdengar oleh wanita yang dahulu disenanginya. Lalu wanita itu datang menemui Atha’ dan berkata, ...

FADHILAH MALAM NISFU SYA'BAN

Hikayat ke tiga belas :  Fadilah malam nisfu Sya ’ban Diceritakan pada suatu hari dalam perjalanannya Nabiyullah ‘ Isa Sallallahu ‘Alaihi wa sallam melihat sebuah gunung yang tinggi, kemudian beliau bermaksud mendakinya . Tiba-tiba dilihatnya pada sebuah batu besar dipuncak gunung tersebut susu yang  sangat putih warnanya . Beliau berjlanmengelilinginnya dan terheran  heran melihat keindahannya. Kemudian Allahmemberikan wahyu kepadanya , “ Wahai ’ Isa ,senangkah  kamu apabila akujelaskan apa yang telah membuatmu ta ’jub itu? ” Beliau menjawab , “Ya , saya menghendakinya Tuhanku ” . Maka terbelahlah batu tersebut dan terlihatlah didalamnya seorang tua yang berambut putih sedeang mengerjakan  sholat .Ditangannya terdapat tongkat berwarna hijau , sedangkan diantara keduamatanya terdapat anggur . Ta'jublah Nabi ‘ Isa melihatahal tersebut kemudian bertanya kepadanya , ”Wahai Pak tua apakah yang telah saya lihat ini? ” , lelaki itu menjawab , ” Iniadalah rizkiku setia...

HUKUM MENCIUM TANGAN ORANG ALIM

 Hukum Mencium Tangan Orang Alim Mencium tangan orang Alim karena kezuhudan, kesalehan, keilmuan, jasanya, atau karena latar belakang agama lainnya tidaklah makruh, bahkan disunnahkan (dianjurkan).  ‎ويندب تقبيل طفل ولو لغير شفقة ووجه میت لنحو صلاح  ويد نحو عالم ‎وصالح وصديق وشريف لا لأجل غني ونحوه والقيام لهم كذلك وبحث ‎بعضهم وجوب ذلك في هذه الأزمنة ؛ لأن ترکه صار قطيعة "Sunah mencium anak kecil meski karena selain tujuan mengasihi, sunah pula mencium wajahnya mayit karena kesalehannya, sunah pula mencium tangan orang alim, orang shaleh, kerabat, orang mulia, bukan karena kekayaannya atau yang lain.  Mencium tangan diartikan sebagai penghormatan kepada orang yang dicium, atas dasar ilmu dan kemuliaan yang Allah subhanahu wata’ala titipkan kepadanya. Karena itu, para sahabat dahulu terbiasa mencium tangan Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam, sebagaimana diceritakan dalam hadis riwayat Usamah bin Syarik:    قُمْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْه...

Hikmah 27 derajat shalat berjamaah

 Adapun kelebihan 27 shalat berjamaah itu adalah: 1. Menerima panggilan muazzin dengan niat shalat berjamaah, 2.pergi kepada shalat berjamaah di awal waktu 3. Berjalan ke masjid dengan tenang dan tentram, 4.memasuki masjid dengan ada yang memanggil. dan shalat tahhiyat masjid ketika masuk masjid semuanya itu dengan niat shalat wajib erjamaah. 5. Menunggu jamaah. من ادرك الجماعة أربعين يوما كتب الله له براءة من النار وبراءة من النفاق 6. Berdiri menunggu takbiratul ihram imam, dan mendapat kan takbiratul ihram bersama imam  من صلى أربعين يوما في جماعة لا تفوته فيها تكبيرة الاحرام كتب الله له براءتين براءة من النفاق وبراءة من النار . 7. Merapikan dan merapatkan saf 8. Menjawab imam ketika imam berkata سمع الله لمن حمده 9. Aman daripada lupa pada kebiasaan dan memberitahukan imam apabila lupa 10. Menghasilkan kyusu' 11 selamat daripada sesuatu yang mengalihkan shalat 12. Membaguskan kelakukan 13. Dikelilingi oleh malaikat 14. Praktek atas tajwid Qur'an 15. Mengajarkan rukun dan ab...

BIOGRAFI ULAMA KHARISMATIK ACEH,ABU PAYA PASI

BIOGRAFI ULAMA KHARISMATIK ACEH ABU PAYA PASI & DAYAH BUSTANUL HUDA NAMA Lengkapnya Teungku H. Muhammad Ali bin Teungku H. Abdul Muthalleb. Namun kerap disapa Abu Paya Pasi. beliau lahir pada 4 Agustus 1954 di Alue Dama, sebuah desa terpencil di Aceh Utara. Beliau disapa Abu Paya Pasi karena tinggal dan mendirikan Dayah Bustanul Huda di Desa Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Alue Cek Doi terletak di jalan menuju Desa Paya Pasi. Dayah Bustanul Huda didirikan pada Rabu 26 Juli 1991 M/10 Muharram 1412 H, oleh Teungku H Abdul Muthallib, Teungku H Ibrahim dan Abu Paya Pasi. Setelah itu Abu Paya Pasi memimpin dayah hingga sekarang. Abu Paya Pasi anak bungsu dari dua bersaudara. Abangnya, almarhum Teungku H Ibrahim. Abu Ali belajar ilmu agama di berbagai dayah di Aceh. "Pertama beliau menimba ilmu agama di Dayah Darul Munawwarah Kruet Lintang dari 1970 hingga 1974,". Setelah itu, Abu Paya Pasi pindah ke Dayah Darussa’adah Cabang Julok Cut. "Di situ beliau bersama p...

HUKUM ZAKAT FITRAH KEMUDIAN BERANGKAT KEDAERAH LAIN

HUKUM ZAKAT FITRAH  KEMUDIAN BERANGKAT KEDAERAH LAIN _____________ ketentuan bayar zakat fithrah Telah menjadi tradisi bahwa menjelang lebaran Ramadhan semua orang yang merantau akan pulang kampung halamannya. Sebagian kalangan kembali menjelang hari raya. Kadang-kadang di tempat ia tinggal ia telah menunaikan zakat fithrah namun sebelum malam lebaran tiba ia telah berangkat menuju kampung halamannya sehingga saat berbuka puasa hari terakhir ia tidak lagi berada di daerah ia membayar zakat fithrah. Dalam masalah ini terjadi perbedaan pendapat antara dua Imam Besar dari kalangan ulama muta'akhirin dalam mazhab Syafii, Imam Ibnu Hajar al-Haitami dan Imam Ramli. Menurut pendapat yang di kuatkan oleh Imam Ibnu Hajar pembayaran zakat tersebut tidak sah. Sedangkan pendapat Imam Ramli pembayaran zakat tersebut adalah sah. Penjabaran Dalam hukum fiqih setiap masalah yang berhubungan dengan harta yang memiliki dua sebab maka boleh saja di segerakan pelaksanaannya (ta`jil) ketika salah sat...